Saturday, February 3, 2018

Kelebihan dan Kekurangan BPJS Kesehatan dibandingkan Asuransi Swasta

Di Indonesia jika membahas tentang Asuransi atau Jaminan Kesehatan, pasti sudah melekat yang namanya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). BPJS kesehatan berdiri pada 1 Januari 2014, program pemerintah ini bertujuan untuk menjamin masyarakat Indonesia yang sakit agar bisa mendapatkan manfaat perawatan, tanpa harus mengeluarkan biaya.

Program dari pemerintah ini memberikan angin segar kepada masyarakat, terutama yang tidak mampu, meskipun mekanisme dan sistemnya yang terbilang masih rumit dibandingkan dengan Asuransi Swasta.

Tidak hanya itu, sejak awal kemunculannya, BPJS menjadi primadona di hati masyarakat, hal ini dikarenakan biaya premi atau iuran nya yang terbilang sangat murah, tapi walaupun menjadi favorit dihati masyarakat karena premi nya yang murah, ada beberapa kekurangan dan kelebihan BPJS kesehatan yang perlu anda ketahui, berikut ulasannya.

Baca Juga: Perbedaan BPJS Kesehatan Dengan Asuransi Kesehatan Swasta Lainnya

Kelebihan BPJS Kesehatan

1. Murah

Salah satu kelebihan dari BPJS kesehatan adalah biaya iuran atau premi yang sangat murah, dalam sistemnya pun dibagi menjadi 3 kelas, untuk kelas 1 dikenakan biaya Rp.59.000, kelas 2 dikenakan biaya sebesar Rp. 49.500 sedangkan kelas 3 dikenakan biaya Rp.25.000. Hal ini justru berbanding terbalik dengan Asuransi Swasta, bagi mayoritas Masyarakat Indonesia, Asuransi Swasta masih terbilang mahal, tak heran jika Masyarakat berbondong-bondong lebih memilih BPJS Kesehatan.

2. Dijamin Seumur Hidup

Program pemerintah ini ternyata menjamin peserta nya seumur hidup, tanpa batasan umur, walaupun ada orang yang mengikuti asuransi ini hingga usia 120 tahun maka tetap ditanggung oleh BPJS.
Berbeda dengan Asuransi Swasta, biasanya ada yang terikat kontrak, ada juga yang seumur hidup, tapi dibatasi oleh usia hingga 100 tahun.

3. Tanpa Medical Check Up

Pada BPJS, setiap peserta yang ingin mendaftar tidak diperlukan Medical Check Up, atau Tes Medis, dan bebas mendaftar walaupun memiliki penyakit bawaan tanpa batasan usia.
Berbeda dengan Asuransi Swasta, setiap peserta wajib Medical Check Up, apakah calon peserta mempunyai penyakit bawaan atau tidak, jikapun ada dan usia diatas 40 tahun maka premi semakin mahal, bahkan bisa saja ditolak pengajuan pendaftarannya oleh perusahaan.

4. Wajib

BPJS ternyata sudah diatur dalam Undang-Undang dan peraturan pemerintah, yang mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut BPJS, walaupun seseorang ikut Asuransi Swasta, maka mereka wajib ikut BPJS terlebih dahulu.


Kekurangan BPJS Kesehatan

BPJS kesehatan ternyata memiliki kelebihan yang sangat bermanfaat bagi setiap pesertanya, tak heran jika Program Asuransi pemerintah ini menjadi favorit bagi masyarakat, disamping kelebihan tersebut, ternyata ada kekurangan yang harus anda ketahui tentang BPJS, berikut ulasannya.

1. Hanya di Indonesia

Salah satu kekurangan BPJS ialah, hanya bisa melindungi cakupan wilayah Indonesia saja, hal ini sangat berbeda dengan Asuransi Swasta yang bisa berobat dirumah sakit mana saja yang sudah bekerja sama dengan perusahaan, sekalipun itu diluar negeri.


2. Prosedur yang Rumit

Dari segi prosedur, bisa dibilang BPJS sangat rumit, untuk berobat kerumah sakit saja, peserta harus mendapatkan surat rujukan dari klinik atau faskes tingkat satu, hal ini tentu sangat berbeda dengan Asuransi Swasta yang bisa langsung mengajukan klaim, atau langsung berobat ke rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan perusahaan, tanpa harus meminta surat rujukan.

3. Antrian yang Panjang

Jika anda pendaftar baru, maka anda harus dihadapkan dengan antrian panjang, begitu juga saat anda ingin berobat kerumah sakit, anda juga harus menghadapi antrian panjang.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan BPJS yang harus anda ketahui, mengapa harus anda ketahui? hal ini agar anda bisa mengetahui lebih dalam tentang BPJS ,agar tidak terjadi kesalah pahaman, semoga bermanfaat.